Apakah semua orang di dunia ini munafik? Banyak kaum Hawa yang merasa bahwa lawan jenis mereka — para pria — pasti dan selalu akan munafik. Pertama aku mendengar pendapat ini aku tertawa. Dan aku pun mencoba mencari logika serta pembenaran dari pernyataan tersebut.
Ada dua perbedaan mencolok yang bisa kita kenali dari wanita dan pria. Para wanita hanya bisa mencampuradukkan logika dan perasaan mereka. Sehingga ketika mereka berpikir, perasaan atau hati mereka pasti selalu turut campur dalam segala pengambilan keputusan. Ini lah kenapa para wanita bukan lah pengambil keputusan yang terbaik. Ini karena “nature” atau sifat alami mereka yang mudah terpengaruh perasaan, ketika otak mencoba berpikir.
Bagaimana dengan kaum pria? Seperti yang mungkin sudah bisa kalian tebak. Para penyandang hormon testosteron ini memiliki kemampuan unik yang bisa memisahkan antara logika dan perasaan, atau dengan kata lain antara hati dan otak. Sehingga ketika pria mengambil keputusan, dia bisa dengan tega mengambil keputusan logis yang meskipun menurut hati nurani manusia terasa jahat.
Perbedaan ini lebih jauh lagi bisa dilihat jika menginjak topik yang selalu dihindari oleh manusia: seks. Wanita pada umumnya hanya bisa memikirkan hal tersebut hanya jika itu menyangkut perasaan tertentu yang mendalam pada seseorang yang mereka kagumi atau mereka sukai. Sedangkan pria bisa dengan pintarnya menutup hatinya ketika memikirkan tentang hal tersebut dan hanya menggunakan logikanya serta insting alaminya untuk be-reproduksi. Meskipun aneh, ini adalah hal yang telah terbukti sepanjang masa. Lihat saja begitu banyaknya lokalisasi yang disediakan untuk para pria jika dibandingkan dengan yang disediakan untuk para kaum Hawa. Karena para wanita tidak “tega” atau tidak bisa meninggalkan hati mereka untuk mengikuti insting alamiah mereka seperti yang bisa dilakukan oleh para pria.
Meskipun terdengar tak manusiawi, tetapi begitulah sifat alami para pria. Mereka bisa menutup hati mereka ketika menggunakan logika mereka. Dan mereka juga bisa menutup logika mereka dan hanya menuruti kata hati mereka. Ini juga menjelaskan kenapa kaum pria ketika sedang emosi seringkali tidak mempedulikan perasaan orang lain. Dengan kata lain kaum pria lebih mudah dibutakan oleh perasaan dan hati mereka.
Seperti kalian lihat. Ada kekurangan dan kelebihan di masing- masing gender yang kita kenal. Dan ironisnya, kelebihan kaum pria menutupi kekurangan para wanita, dan begitu juga sebaliknya.
Nah! Kenapa para wanita sering menganggap semua pria munafik dan penuh kepura- puraan? Ini karena seorang pria bisa dengan mudah mendekati beberapa wanita sekaligus ketika mencari pasangan hidup. Karena ketika mereka melakukan itu, mereka hanya menggunakan logika bahwa harus ada cadangan jika pendekatan dengan yang satunya gagal. Dan mereka menutup hati mereka ketika mereka berpikir: “toh asal belum jadian atau janur kuning belum melengkung kita harus tetap memiliki cadangan”. Mereka hanya mulai membuka hati mereka ketika perasaan mereka terbalaskan oleh seorang wanita yang mereka anggap spesial. Di saat ini lah hati para kaum pria mulai mengambil alih; dan emosi, cemburu, cinta, dan perasaan lainnya bercampur aduk di dalam hati mereka. Tetapi ada satu kelemahan kaum pria, mereka tidak mudah mengelola emosinya seperti yang bisa dilakukan para kaum wanita. Buktinya? Pria yang patah hati akan lebih kacau emosinya daripada para wanita. Para pria bahkan bisa menggunakan kekerasan dan fitnah semau mereka saat mereka patah hati. Karena saat mereka terluka, logika mereka tertutup dan hati atau perasaan menguasai diri mereka sepenuhnya.
Apakah wajar untuk pria mendekati beberapa wanita sekaligus? Itu tergantung pada bagaimana seorang pria dididik dan diajar oleh orang tua, keluarga, serta sahabat- sahabatnya. Tetapi dalam hidup, aku tidak pernah menemui para pria yang tidak mendekati beberapa wanita sekaligus. Meskipun ada seorang pria yang tampak setia dan hanya mendekati seorang wanita, tapi dalam hatinya, pria itu selalu mencoba mancari- cari cadangan atau berkenalan dengan orang baru.
Apakah ini etis? Penjelasan yang logis adalah bahwa kaum pria melakukan hal ini karena mereka takut terluka! Ya! meskipun banyak kaum wanita menganggap para pria tidak berperasaan, tapi seorang pria selalu takut terluka dan ditolak. Rasa takut tersakiti dan terluka ini sama besarnya diantara kedua gender. Ini adalah hal yang harus kalian sadari! Pria juga bisa jatuh terpuruk ketika terluka, karena ketika itu terjadi, logika mereka menutup dan mereka jatuh ke dalam jurang emosi yang dalam.
Inti dari cerita ini adalah bahwa semua orang takut terluka ketika mereka membuka diri dan membuka topeng mereka. Dengan kata lain semua orang — baik pria maupun wanita — selalu takut membuka topeng kemunafikan atau topeng kepura- puraan mereka karena mereka harus menjaga diri mereka dari orang lain. Karena ketika topeng tersebut terbuka, bagian diri manusia yang paling rapuh juga ikut terbuka, yaitu hati mereka.
Perlu diketahui juga bahwa orang yang paling munafik adalah orang yang paling perlu dikasihani. Mungkin hanya ada satu hal yang mengacu pada kemunafikan, atau sifat tampak polos yang berlebihan, dan atau topeng emosi yang tebal: yaitu rasa sakit dan terluka yang mendalam di masa lalu. Mereka butuh disembuhkan secara kejiwaan dan butuh teguran yang membangun dari kita semua untuk belajar lebih mempercayai orang dan mencoba selalu jujur pada perasaannya.
PS: aku tidak mencoba memberi pembenaran atas semua tindakan jahat manusia. Aku hanya ingin menyodorkan logika dari tingkah laku manusia.